Kamis, 24 Oktober 2013

Really Miss Them

Ggimana yaa..??
Rasanya bener-bener mau pulang. Mungkin ini yang dirasakan sama anak-anak rantauan jauh yang mungkin gak bisa pulang klo bukan liburan panjang. Mungkin kendala di waktu sama ongkos? hehehe
Sudah 3 bulan semenjak aku balik ke kota rantauan ku ini, Malang. Kota yang khas akan kesejukan udaranya, keramahan penduduknya dan kota yang terkenal akan pendidikannya ini.
Tapi sayangnya...sejuknya malang tidak akan pernah bisa mengalahkan kesejukan suasana rumah, ramahnya penduduk malang tidak akan pernah bisa mengalahkan ramahnya orang rumah.

I miss it...
Aku kangen saat pagi hari, di saat masih sejuk, butiran embun memenuhi jendela kamarku,  suara siul burung,  suara mobil papa yang hendak ke kantor, suara berisiknya adek-adek yang rebutan kamar mandi, semua itu membangunkanku. Di sambut oleh pagi yang indah dan begitu aku bangkit dari kasurku sudah tersedia sarapan di meja dapur. Siapa lagi yang masak klo saja bukan mama tercinta.
Hal yang tidak bisa aku dapatkan di Malang ini.

I miss it...
Setelah mandi berjam-jam di kamar mandi, aku ikut mama ke pasar.
Banyak para pedagang yang menjajakan dagangannya. Banyak pula dari mereka yang berteriak-teriak menawarkan dagangannya agar lebih menarik para pembeli, ada yang memberi diskon besar-besaran (beli satu gratis satu) padahal harganya sudah di naikkan, ada pula yang membawa anak mereka, mengajarkan anak-anak akan beratnya arti hidup betapa pentingnya receh hingga receh yang mereka kumpulkan. Sungguh...hal yang tidak bisa aku lihat disini. Aku hanya tinggal menunjuk apa yang ingin aku makan dan mama akan membelikannya. Terkadang aku membeli jajanan pasar yang rasanya juga tidak kalah dengan makanan-makanan mahal di restaurant. Sebenernya banyak sekali yang bisa aku pelajari ketika melihat suasana itu. aku pun belajar bagaimana susahnya mencari uang. Melihat tukang parkir yang terus menjaga ketertiban pasar di bawah terik matahari. Kulit mereka gelap terbakar matahari, sangat memperlihatkan betapa berat beban hidup mereka. sungguh beruntungnya aku yang bisa memiliki apa yang aku inginkan.

I miss it...
Ketika usai dari pasar. aku biasa membantu mama di dapur. Ikut memotong sayuran dan mencuci sayuran, eh tapi aku gak boleh ikut masak, hanya bisa melihat. kata mama "ntar masakan mama ancur klo kamu ikutan. kamu liat aja gimana cara mama masak" hahahaha..sungguh aku ingin tertawa
bahkan terkadang, aku sama mama belanja ke mall juga Tanah Abang. kalo pun sebenernya aku lebih suka belanja di Tanah Abang. Toh harganya lebih bersahabat, pilihan lebih banyak dan kualitas juga gak kalah asalkan pandai menawar sajaa.
I really miss it..
Ketika semua keluargaku berkumpul di ruang tengah, bercanda, saling cerita seharin ini ngapain aja bahkan hal-hal prinadi seperti percintaan (untuk kasus ini hanya aku yang bercerita). Kadang pula hingga malam, di saat semuanya tertidur lelap, aku sama papa jalan-jalan muter-muter Tangerang naik motor Phantomnya. entahlah..aku berasa keren setiap naik motor itu ~
kadang pula hanya makan mie rebus sambil nonton uji nyali, hehehe. I miss it, I really do :'(

Aku tahu...
Aku pergi untuk kembali. Aku pergi untuk berusaha mengejar cita-cita ini. Membawa prestasi yang luar biasa membanggakan sehingga ketika aku kembali aku tidak mengecewakan mereka. Aku ingin membuktikan..bahwa keringat mereka mengais rezeki demi aku tidak akan pernah sia-sia. Sungguh aku minta maaf karena belum bisa membanggakan, aku minta maaf karena masih egois. Sungguh, aku ingin merubah sifat ini..
Really miss you all... my father, my mother, my brothers, and my sister

Tidak ada komentar:

Posting Komentar