Hai, malam hari..
kamu akan segera menutup hariku di hari ini. Aku harap, ketika bangun esok pagi..semuanya akan lebih indah dan aku memiliki hari yang jauh lebih baik dari hari ini.
Terkadang..
aku merasa sangan amat tidak kuat untuk menghadapi ini semua
aku merasa tidak mampu melewati ini, padahal sejak aku menginjakkan kaki di kota ini aku memiliki segalanya, aku memiliki segala yang aku impikan saat SMA. Aku memiliki hal-hal yang pada saat itu mustahil untuk terjadi di hidupku. Aku banyak bermimpi akan hal-hal yang mustahil bahkan aku menghayal akan hal-hal yang sangat lucu dan sayangnya, aku tidak banyak berharap hal itu akan terjadi karena aku berpikir bahwa hal itu hanyalah sebuah mimpi, jadi..aku tidak akan kecewa jika hal itu tidak pernah terjadi di hidupku. Tetapi..aku sadar, angin selalu mendengar hembusan bisik orang-orang yang berada di sekitarnya, malam selalu melihat manusia-manusia yang menangis dan memohon kepada Allah, dunia bagaikan berputar 360 derajat saat itu.
Hal-hal yang aku impikan dan tidak akan menjadi kenyataan semuanya terjadi, Yap...aku bahagia. begitu bahagia hingga terkadang aku lupa. Karena aku terlalu bahagia aku lupa akan sesuatu yang memberikan aku kebahagian ini. Aku merasa bahwa aku cukup kuat untuk bertahan di kota ini setidaknya hingga aku bisa mencpai cita-cita itu, Tapi....aku terlalu terlena, terlena akan kenikmatan sesaat. Karena semuanya telah sirna...
dan saat ini aku merasa tidak cukup kuat bertahan untuk beberapa tahun kedepan.
Semua kebahagian itu telah di ambil, okee..mungkin ini agak lebay tapi aku tidak bisa memberi tahu kebahagiaan seperti apa :P
kini..aku hanya bisa menyesal, aku menyesal karena begitu terlena. Seandainya saja sejak dulu aku tidak pernah terlena mungkin tidak akan begini akhirnya.
Dan sekarang,,,aku hanya bisa merenung, merenung akan kesalahan yang telah aku perbuat. Aku hanya bisa lebih mendekatkan diriku ini kepada Allah, lebih memperbaiki diri, Aku akan banyak belajar dan tidak menunda-nunda pekerjaan, Aku akan lebih banyak membaca buku dan aku akan lebih produktif lagi. Aku tidak akan berharap terlalu besar. Aku akan beruasaha ikhlas melepaskan. Aku hanya bisa berusaha sebaik mungkin dan Aku yakin Allah akan membalas semua ini. Hingga di saat yang tepat dan sejujurnya..yang aku inginkan saat ini adalah kembali ke rumah. Hanya di rumah aku tidak bisa merasakan kesedihan yang luar biasa seperti ini. Hanya di rumah aku bisa merasa lebih tenang
Aku suka...
Suka sekali melihat hujan di teras rumah, Aku suka...suka sekali mendengar kicauan burung di pagi hari, Aku suka..suka udara panas di rumah walau terkadang aku sering mengeluh tapi sungguh..aku mencintai saat itu, aku merindukan saat itu
Sabtu, 16 November 2013
Rabu, 06 November 2013
Ya Allah..jangan biarkan hamba menangis
Ya Allah..
Hamba mohon, kuatkanlah hamba. Kuatkanlah hati ini. Tolong jangan biarkan hamba menangis atas hal-hal yang tidak penting ini.
Ya Allah..
Buatlah agar segala yang menyakitkan ini menjadikan hamba lebih dewasa. Hamba cuma bisa sabar ya Allah, karena hamba yakin janjimu atas orang-orang yang sabar tidak pernah bohong. Karena hamba yakin akan ada kebaikan setelah semua ini.
Sakit banget sebenernya ngejalanin ini, tapi..Aku kuat ya Allah. Aku yakin karena aku gak pernah sendirian. Terimakasih ya Allah, karena engkau selalu ada, karena engkau tidak pernah meninggalkanku. Maaf, karena hambamu ini sering kali meninggalkanmu. seringkali ada padamu di saat hambamu ini butuh.
Dekatkanlah aku kepadamu ya Allah, dan jauhkanlah hambamu ini dari orang-orang yang merugikan. Jadikan. Terimakasih ya Allah..karena dengan mengingatmu hati ini menjadi tenang :')
Hamba mohon, kuatkanlah hamba. Kuatkanlah hati ini. Tolong jangan biarkan hamba menangis atas hal-hal yang tidak penting ini.
Ya Allah..
Buatlah agar segala yang menyakitkan ini menjadikan hamba lebih dewasa. Hamba cuma bisa sabar ya Allah, karena hamba yakin janjimu atas orang-orang yang sabar tidak pernah bohong. Karena hamba yakin akan ada kebaikan setelah semua ini.
Sakit banget sebenernya ngejalanin ini, tapi..Aku kuat ya Allah. Aku yakin karena aku gak pernah sendirian. Terimakasih ya Allah, karena engkau selalu ada, karena engkau tidak pernah meninggalkanku. Maaf, karena hambamu ini sering kali meninggalkanmu. seringkali ada padamu di saat hambamu ini butuh.
Dekatkanlah aku kepadamu ya Allah, dan jauhkanlah hambamu ini dari orang-orang yang merugikan. Jadikan. Terimakasih ya Allah..karena dengan mengingatmu hati ini menjadi tenang :')
Minggu, 03 November 2013
Indian Dream Catcher
Insians believed that dreams, both good and bad, descended from the night sky.
bad dreams were captured in a web and held there until the rays of the morning sun evaporated them.
good dreams supped through the web on to the dreamer -sweet dreams-
pertama kali liat Dream Catcher pas di film Twilight Saga, tapi lupa di seri apanya. Waktu itu liat gak ada feel sama sekali. Biasa aja. Gak tau kenapa pas liat film Heirs (Drama Korea) langsung suka, suka,, suka, suka banget.
kepercayaan menurut orang Indian bisa menangkal mimpi buruk. Itu sih..aku yakin cuma sekedar mitos aja. Tapi gak salah kan klo sekedar punya? hehe
Akhirnya aku jalan-jalan deh sama mba kos yang emang kebetulan suka K-pop juga, akhirnya kita nemuin Dream Catcher di Matos (Malang Town Square). Yaa...langsung aku beli trus aku gantung di deket jendela deket kasur, siapa tau aja beneran bisa nagkal mimpi buruk, hehe :P
Seneng banget liat bentuknya, lucu, apa lagi warnanya :') . Sebenernya ada alasan juga sih beli Dream Catcher ini. Gak tau kenapa ada hal-hal yang gak bisa di ceritain. ke ortu ataupun sahabat, karena setiap mau cerita gak tau kenapa tenggorokan terasa serak, dada terasa sesak, jadi..aku lebih memilih diam. Entah sampai kapan aku bisa memendam beban ini. Sungguh menyakitkan menghadapi ini, bahkan menjalani ini. Tapi, aku merasa ini lebih menyakitkan kalau orang lain tau. Jadi..aku lebih memilih untuk diam dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Terkadang aku cerita sama Bobo (boneka beruang), padahal percuma juga dia kan gak bisa denger -__- .Tapi setidaknya aku ngerasa berkurang aja bebannya. hahaha...gak nyambung yaa sama judulnya yang "Dream Catcher" hhhmm..entahlah ~
oiya, ini photonya..
bad dreams were captured in a web and held there until the rays of the morning sun evaporated them.
good dreams supped through the web on to the dreamer -sweet dreams-
pertama kali liat Dream Catcher pas di film Twilight Saga, tapi lupa di seri apanya. Waktu itu liat gak ada feel sama sekali. Biasa aja. Gak tau kenapa pas liat film Heirs (Drama Korea) langsung suka, suka,, suka, suka banget.
kepercayaan menurut orang Indian bisa menangkal mimpi buruk. Itu sih..aku yakin cuma sekedar mitos aja. Tapi gak salah kan klo sekedar punya? hehe
Akhirnya aku jalan-jalan deh sama mba kos yang emang kebetulan suka K-pop juga, akhirnya kita nemuin Dream Catcher di Matos (Malang Town Square). Yaa...langsung aku beli trus aku gantung di deket jendela deket kasur, siapa tau aja beneran bisa nagkal mimpi buruk, hehe :P
Seneng banget liat bentuknya, lucu, apa lagi warnanya :') . Sebenernya ada alasan juga sih beli Dream Catcher ini. Gak tau kenapa ada hal-hal yang gak bisa di ceritain. ke ortu ataupun sahabat, karena setiap mau cerita gak tau kenapa tenggorokan terasa serak, dada terasa sesak, jadi..aku lebih memilih diam. Entah sampai kapan aku bisa memendam beban ini. Sungguh menyakitkan menghadapi ini, bahkan menjalani ini. Tapi, aku merasa ini lebih menyakitkan kalau orang lain tau. Jadi..aku lebih memilih untuk diam dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Terkadang aku cerita sama Bobo (boneka beruang), padahal percuma juga dia kan gak bisa denger -__- .Tapi setidaknya aku ngerasa berkurang aja bebannya. hahaha...gak nyambung yaa sama judulnya yang "Dream Catcher" hhhmm..entahlah ~
oiya, ini photonya..
Langganan:
Postingan (Atom)
