Insians believed that dreams, both good and bad, descended from the night sky.
bad dreams were captured in a web and held there until the rays of the morning sun evaporated them.
good dreams supped through the web on to the dreamer -sweet dreams-
pertama kali liat Dream Catcher pas di film Twilight Saga, tapi lupa di seri apanya. Waktu itu liat gak ada feel sama sekali. Biasa aja. Gak tau kenapa pas liat film Heirs (Drama Korea) langsung suka, suka,, suka, suka banget.
kepercayaan menurut orang Indian bisa menangkal mimpi buruk. Itu sih..aku yakin cuma sekedar mitos aja. Tapi gak salah kan klo sekedar punya? hehe
Akhirnya aku jalan-jalan deh sama mba kos yang emang kebetulan suka K-pop juga, akhirnya kita nemuin Dream Catcher di Matos (Malang Town Square). Yaa...langsung aku beli trus aku gantung di deket jendela deket kasur, siapa tau aja beneran bisa nagkal mimpi buruk, hehe :P
Seneng banget liat bentuknya, lucu, apa lagi warnanya :') . Sebenernya ada alasan juga sih beli Dream Catcher ini. Gak tau kenapa ada hal-hal yang gak bisa di ceritain. ke ortu ataupun sahabat, karena setiap mau cerita gak tau kenapa tenggorokan terasa serak, dada terasa sesak, jadi..aku lebih memilih diam. Entah sampai kapan aku bisa memendam beban ini. Sungguh menyakitkan menghadapi ini, bahkan menjalani ini. Tapi, aku merasa ini lebih menyakitkan kalau orang lain tau. Jadi..aku lebih memilih untuk diam dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Terkadang aku cerita sama Bobo (boneka beruang), padahal percuma juga dia kan gak bisa denger -__- .Tapi setidaknya aku ngerasa berkurang aja bebannya. hahaha...gak nyambung yaa sama judulnya yang "Dream Catcher" hhhmm..entahlah ~
oiya, ini photonya..

matos sebelah mana chingu?
BalasHapus